Hary Tanoe Siapkan Taman Hiburan Sekelas Disneyland di Lido Sukabumi

the EdGe news

Jakarta – Rencana Hary Tanoesoedibjo membangun taman hiburan (theme park) sekelas Disneyland segera terealisir. Pengusaha yang membawahi Grup MNC mulai membangun Theme Park di Lido, Sukabumi, Jawa Barat tahun 2013.

“Gini ya, saya akan bangun theme park di Lido dan akan menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Hary di sela-sela acara Rakuten Expo Jakarta & Cool Japan Indonesia 2012, di Hotel Gran Hyatt, Jakarta Senin (12/11/2012).

Pembangunan taman bermain skala besar ini akan menempati lahan sekitar 1.000 hektar. Namun ia tidak merinci lebih detail konsep taman bermainnya tersebut. Taman bermain ini diyakini Hary Tanoe akan mengalahkan Universal Studio atau Disney Land yang ada di luar negeri.

“Bukan seperti sekarang. Orang-orang, keluarga pergi liburan ke Disneyland, Universal. Kita jadikan destination. Bangun mulai tahun depan. Berapanya investasi, itu nanti,” tambahnya.

Niat Grup MNC, melalui PT MNC Land Tbk (dulu bernama PT Global Land Development Tbk) memang sudah terdengar lama. Sebelumnya lokasi pilihan pendirian theme park adalah Bali, kawasan wisata yang sudah dikenal masyarakat dunia.

Total investasi pendirian theme park ini mencapai Rp 6 triliun. Selain membangun taman hiburan, perseroan berencana membangun kawasan terintegrasi mulai dari hotel, resort.

Kawasan Lido memang menjadi incaran sejumlah pengembang dalam mendirikan pusat hiburan. Sebelumnya, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ingin membangun theme park di wilayah yang sama.

Kabar berhembus, ELTY telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor strategis, salah satunya Disneyland dalam membangun taman hiburan di selatan Jakarta tersebut.

ELTY juga dikabarkan mengajak Disneyland untuk membangun Theme Park serupa di Jonggol. Tahap awal, melalui anak usahanya, PT Bukit Jonggol Asri anak usaha grup Baki ini tengah membangun Jungleland Adventure Theme Park.

Theme Park seluas 40 hektar ini terdiri dari 8 zona thematik yang akan menyediakan lebih dari 43 permainan modern (rides) diperuntukan bagi anak-anak, remaja, dewasa dan keluarga. Pembangunan tahap pertama Jungleland direncanakan selesai pada Desember 2012 dengan empat zona yaitu Carnival, Explora, Mysteria, dan Tropicalia serta Downtown. Jungleland Adventure Theme Park ada di sekitar Sentul dan Jonggol

Memang tidak banyak taman bermain baru di Indonesia. Yang paling terkenal tentu Taman Impian Jaya Ancol yang berada di Jakarta Utara. Di dalamnya terdapat Taman Pantai, Dufan, Ocean Dream Samudra, Atlantis, Pasar Seni, Sea World dan banyak wahana lainnya.

Sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Harga Rumah Bekas dan Tanah di Menteng Melesat Paling Tinggi

the EdGe news

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melalui surveinya mengumumkan kenaikan harga rumah bekas dan tanah di Jakarta. Selama triwulan III-2012 kenaikan harga rumah bekas dan tanah tertinggi terjadi di Jakarta Pusat.

Secara umum harga rumah bekas di Jakarta selama periode itu rata-rata naik 4,59%. Kawasan Jakarta Pusat mengalami kenaikan paling pesat hingga mencapai 5,24%.

Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah segmen atas khususnya di Menteng 6,99%, Sawah Besar 5,10%. Sedangkan untuk rumah kelas menengah terjadi di Petojo 5,06% dan Kemayoran 4,26%.

“Meningkatnya demand hunian di beberapa wilayah seperti Menteng dan Kemayoran yang tidak diikuti oleh pasokan yang cukup mendorong peningkatan di wilayah tersebut,” jelas laporan BI seperti dikutip, Senin (19/11/2012)

Untuk kenaikan harga tanah, kawasan Jakarta Pusat masih teratas, yang mengalami kenaikan 6,17% terutama di kawasan Menteng naik hingga 7,52%, Sawah Besar 6,79%.

“Tingginya permintaan hunian terhadap beberapa wilayah terutama di Menteng tanpa diikuti oleh cukupnya pasokan mendorong peningkatan harga lahan di daerah tersebut,” katanya.

Survei properti residensial untuk pasar sekunder oleh BI dilakukan sejak triwulan I-2011 terhadap responden di lima wilayah Jakarta antaralain Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Citra Garden), Jakarta Timur (Menteng Metropolitan, Pulo Mas dan Jatinegara Baru), Jakarta Selatan (Pondok Indah, Cilandak/Pasar Minggu dan Tebet), Jakarta Utara (Kelapa Gading, Sunter dan Pluit), dan Jakarta Pusat (Menteng, Cempaka Putih dan Kemayoran).

Dalam survei ini untuk katagori rumah menengah adalah rumah dengan luas bangunan 80-150 m2, rumah besar dengan luas di atas 150 m2.

sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Penjualan Rumah Naik Hampir 10%

umah investasi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi kenaikan penjualan rumah selama triwulan III-2012. Berdasarkan survei BI, penjualan rumah naik 9,62% dibandingkan triwulan sebelumnya (qtoq).

“Peningkatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe kecil (di bawah tipe 36) sebesar 20,20% (qtoq),” jelas survei tersebut dikutip Minggu (18/11/2012)

Menurut BI berdasarkan lokasi, penjualan unit rumah kecil tertinggi berada di Jakarta. Peningkatan penjualan ini sejalan dengan peningkatan PDB sektor konstruksi yang mencapai 8% (qtoq).

BI juga mencatat seluruh tipe rumah mengalami kenaikan sebesar 1,04% (qtoq). Kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil.

Kenaikan harga rumah triwulan III-2012 jika dibandingkan tahun sebelumnya (yoy) mengalami kenaikan 4,25%, sedangkan periode sama tahun sebelumnya hanya naik 3,68%. Kenaikan tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil hingga 4,91%.

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di Medan terutama pada tipe besar hingga mencapai 10,83%. Selain itu BI, memperkirakan terjadi tekanan harga jual rumah pada triwulan IV-2012 ini.

“Indeks harga properti diperkirakan mengalami kenaikan yang melambat sebesar 0,30% dengan kenaikan harga tertinggi diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil 0,43%,” jelas BI.

Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Istilah rumah kecil dalam survei ini merujuk pada rumah dengan tipe di bawah 36 m2, sedangkan rumah tipe menengah dalam rentang 36-70 m2 dan rumah tipe besar , dengan ukuran di atas 70 m2.

Sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Tren Pembelian Rumah Secara Tunai Meningkat

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat selama triwulan III-2012 terjadi perubahan pola pembayaran dalam membeli rumah. Pada tiga bulan terakhir, konsumen yang membeli rumah secara tunai (cash) meningkat menjadi 8,47% dari 6% pada triwulan sebelumnya.

“Hasil survei menunjukan bahwa sebanyak 11,48% konsumen mimilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil 8,47% dilakukan dalam bentuk tunai (cash keras),” jelas survei properti residensial dikutip, Minggu (18/11/2012)

Survei itu juga menunjukan para konsumen yang membeli rumah lebih banyak memilih melalui fasilitas KPR yaitu sebanyak 80,05%.

“Kemudahan mengakses KPR dan tingkat suku bunga KPR yang mulai menurun semakin dimanfaatkan oleh konsumen dalam melakukan transaksi pembelian rumah terutama pada rumah tipe kecil 86,42%,” jelas survei BI.

Seperti diketahui Pada triwulan II-2012 konsumen yang membeli rumah secara tunai hanya sebesar 6%, sisanya lebih banyak kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar 82,09% dan tunai bertahap 11,91%. Padahal transaksi pembelian rumah dengan cara tunai oleh konsumen pada periode yang sama di 2011 lalu sempat mencapai 8,57%.

Sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Ciputra Berambisi Bangun Kota-kota Mandiri di Indonesia

Jakarta – Pengusaha Ciputra berniat akan terus membangun kota-kota baru di Indonesia. Ciputra Grup juga akan menyiapkan infrastruktur pendukung seperti hotel dan rumah sakit.

“Pembangunan hotel dan hosipital, kita terus kembangkan new city (kota mandiri) ke seluruh daerah dan luar negeri,” kata Ciputra di sela-sela acara Global Entrepreneurship Week di Bank Indonesia, Senin (12/11/2012)

Ia mengatakan selain rumah sakit dan hotel, pihaknya akan mengembangkan superblok-superblok di pusat-pusat ekonomi di Indonesia seperti Jakarta dan Bali. Ciputra menilai Jakarta dan Bali sudah jadi pusat wisata. Salah satu konsep superblok yang perseroan kembangkan adalah Ciputra World yang kini sudah ada di Jakarta dan Surabaya.

“Dalam Ciputra World pasti ada hotel. Di Ciputra World semua kebutuhan itu ada dan ada juga yang per proyek seperti hotel dan perumahan. Ada juga yang. Kalau new city tentu harus ada hospital,” katanya.

Menurutnya pendapatan masyarakat Indonesia terus meningkat menjadikan bisnis seperti hotel masih menjanjikan. Ia memperkirakan hotel bintang 5 pun akan berkembang, dan investor dunia pun akan terus melirik Indonesia.

“Kita sekarang kan ada di Jakarta dan Bali yang mau konsentrasi hotel bintang 5, saya mau bangun 5 hotel bintang 5, sekarang yang sudah dibangun ada 3-2 dalam proses, dan ada 5 lagi dalam persiapan,” katanya.

sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Lahan Makin Sulit, Harga Apartemen Melonjak 40%

the EdGe news :

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil survei properti komersial triwulan III-2012. Di sektor apartemen (jual) atau kondominium di Jakarta tercatat kenaikan harga jual hingga 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Harga kondominium pada triwulan III-2012 rata-rata Rp 17,1 juta/m2, naik 6,2% (qtoq) atau 39,65% (yoy),” jelas survei BI tersebut dikutip Senin (12/11/2012)

Di Jakarta harga kondominium untuk kawasan primer (CBD) mencapai Rp 24,5 juta/m2, kawasan sekunder harganya Rp 14,7 juta/m2.

Menurut survei tersebut ada beberapa penyebab harga kondominium di Jakarta melesat naik, antaralain karena perubahan gaya hidup konsumen, selesainya proyek tol, dan keterbatasan lahan.

Meski mengalami kenaikan, permintaan terhadap kondominium di Jakarta tetap tinggi. Tercatat tingkat penjualan meningkat dari hanya 94,31% menjadi 95,72%

“Penjualan kondominium (triwulan III) didominasi oleh kelas menengah, tipe studio (26 m2) dan tipe 2 kamar tidur masih yang paling digemari konsumen,” jelas BI.

BI juga mencatat pada periode tersebut sebaran kondominium paling banyak berada di Jakarta Selatan, sementara wilayah Jakarta yang minim pembangunan kondominium adalah Jakarta Timur. Pada triwulan III pasokan kondominium di Jakarta bertambah 1000 unit, dari Tamansari Semanggi sebanyak 400 unit dan Grand Emerald Apartment 600 unit.

“Sebagian besar pasokan kondominium berada di Jakarta Selatan 27%, CBD 20%, Jakarta Timur terkecil 4%,” jelas survei itu.

Selain itu untuk apartemen sewa pada periode yang sama tercatat cenderung stagnan. Tingkat hunian hanya naik dari 77,62% menjadi 77,90%.

“Dipengaruhi oleh tingkat hunian apartemen yang disewa oleh ekspatriat dari Timur Tengah, yang habis masa kontraknya dan kembali ke negaranya untuk merayakan Lebaran,” jelas BI.

sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com