10 Cara Mudah dalam Pengajuan KPR Rumah

Tips cara pengajuan KPR Rumah yang mudah disetujui

Adanya fasilitas KPR, pembeli rumah cukup menyediakan dana sendiri sebesar 30 persen dari harga rumah. Sisanya, yang 70 persen, ditalangi oleh bank pemberi KPR. Berikut ini ada 10 langkah praktis dalam pengajuan KPR Rumah.

1. Pilih properti idaman anda

Pastikan Anda membeli properti dari pengembang yang tergabung dalam anggota REI dan mempunyai track record bagus, alias tidak pernah gagal membangun proyeknya, atau jika membeli secondary market, maka pihak notaris dapat dimintai bantuan.

2. Tentukan bank 

Apabila Anda membeli properti baru dari pengembang/developer maupun secondary market, biasanya sudah ada kerjasama antara pengembang dengan bank-bank tertentu, seperti Bank BTN, Mandiri, BNI, BCA, BII, ANZ Panin, CIMB Niaga, NISP, Danamon, UOB Indonesia (Bank Buana), Bank Permata, Bank Bukopin, Bank DKI, ICBC Indonesia, dan perbankan Syariah.

3. Isi Form Pemesanan dan Bayar Booking Fee

Di dalam form pemesanan unit, pastikan jadwal pembayaran booking fee dan pelunasan uang muka sudah jelas dan disetujui kedua belah pihak.

4. Isi Form Pengajuan Kredit dan Lengkapi Dokumen untuk KPR

Dokumen standar

– Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR, atau berumur 65 tahun saat masa kreditnya berakhir.

– Fotokopi KTP pemohon Surat nikah/cerai, bila sudah menikah atau bercerai

– Kartu keluarga Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan)

Dokumen tambahan untuk karyawan

– Slip gaji

– Surat keterangan dari tempat bekerja

– Rekening tabungan (keadaan keuangan Anda pada catatan rekening ini harus bagus) minimal selama 3 bulan

– Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Dokumen tambahan untuk wiraswasta atau profesional

– Bukti transaksi keuangan usaha Anda

– Catatan rekening bank (keadaan keuangan Anda pada catatan rekening ini harus bagus)

– NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

– SIUP (jika usaha Anda dibidang perdagangan)

– Surat ijin usaha yang lainnya jika usaha Anda selain perdagangan

– TDP (tanda daftar perusahaan)

– Jika Anda seorang profesional, hal tersebut diatas ditambahkan dengan Surat Ijin Praktek, misalnya profesi Anda seorang dokter.

5. Analisa Resiko Kredit (Credit Risk Analysis) 

Tahapan paling krusial, bank akan melakukan analisa kredit untuk menilai kemampuan Anda dalam membayar angsuran. Besar angsuran bulanan biasanya maksimum 30 persen dari total pendapatan tetap (bersih) suami, atau istri, atau gabungan suami dan istri.

6. Survei Penilaian Aset Properti (Properti Appraisal Survey) 

Bank akan melakukan survei aset properti (property appraisal) untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang Anda beli. Nilai aset properti umumnya sesuai harga pasar yang berlaku.

7. Akad Kredit 

Proses akad kredit akan disampaikan ke Anda oleh bank melalui pengembang (developer). Dalam pemberitahuan akad kredit, Anda diminta untuk melunasi biaya dan kebutuhan administrasi berikut.

– Biaya BPHTB – Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Besarnya 5 persen dari harga jual properti sebelum pajak. Asuransi FIDUCIA (bisa juga digantikan dengan Asuransi Jiwa dengan nilai yang ditanggungkan harus sama atau lebih besar dari nilai properti yang akan dibeli).

– Biaya provisi, biasanya 1 persen dari plafon kredit Biaya kredit, besarnya relatif sama pada suatu bank dengan bank lainnya.

– Biaya appraisal servey, biaya asuransi unit properti, Biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum.

8. Bayar Angsuran Bulanan

Bayar angsuran bulanan dan bunga kredit secara berkala. Umumnya bank akan melakukan review bunga kredit secara berkala yaitu setiap 3 atau 6 bulan sekali.

9. Pelunasan

Setelah Anda melunasi semua cicilan KPR, maka Anda berhak untuk mendapatkan dokumen surat pelunasan utang dari bank dan sertifikat asli kepemilikan unit properti.

10. Ajukan kepada lebih dari 1 bank

Sebaiknya mengajukan permohonan lebih dari 1 bank, idealnya minimal 5 bank. Jika disetujui semuanya, anda dapat membandingkan antara suku bunga dan kemudahan yang ada.

Selamat Berburu Rumah dan mengajukan permohonan KPR Rumah!!!

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Penerapan DP KPR 30% Lebih Cocok untuk Rumah di Atas Rp 1 Miliar

Property news by the EdGe

Ketentuan Bank Indonesia (BI) soal minimal uang muka (DP) KPR 30% untuk rumah minimal tipe 70 m2 dianggap tak tepat. Seharusnya ketentuan itu berlaku berdasarkan harga rumah yaitu minimal Rp 1 Miliar.

Pakar properti Panangian Simanungkalit kebijakan ini seharusnya diberlakukan untuk rumah-rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar. Ia mencontohkan rumah-rumah yang dijual di kawasan elit seperti Pantai Indah Kapuk dan Serpong layak dapat ketentuan itu.

“Loan to value (LTV) itu nggak perlu. Untuk yang Rp 1-2 miliar ke atas lah. Yang di Kapuk, Pantai Mutiara, Serpong, Kelapa Gading,” ungkap Panganian di acara Diskusi “Tantangan dan Peluang Bisnis Property 2013” di Panangian School of Property di Thamrin City, Jakarta Selasa (18/12/2012).

Ia mengatakan, alasan kebijakan yang telah berjalan selama 6 bulan ini untuk mencegah spekulan adalah salah. Pasalnya, menurut Pananganian, konsumen yang dikenakan loan to value saat ini adalah end user, atau pengguna bukan konsumen investor yang berspekulasi.

“Ada orang yang punya rumah Rp 500 juta ditambah Rp 200 juta, bisa beli rumah dengan harga segitu, Orang baru married mau beli rumah,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Real Estate Indonesia Setyo Maharso pun mengatakan hal senada. Menurut Setyo, akan lebih adil aturan kenaikan batas minimal uang muka KPR berdasarkan harga, bukan luas bangunan.

“Rumah, pada tiap-tiap wilayah harganya beda. Kalau di Jakarta tipe 45, tapi harga yang sama dapat rumah yang lebih luas,” tegasnya.

“LTV berdasarkan luasan, tidak adil. Pakai harga saja, misalkan Rp 1 miliar. Atau rumah kedua, itu baru fair. Kan kelas menengah juga terus tumbuh,” Setyo.

(sumber:detik.com)

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900 ;

  • Pin BB : 30FBE15D

  • Email :

  • info@belisewarumah.com

 

Pemulung dan Masyarakat Kecil Bisa KPR? Kenapa tidak!

the EdGe Property news

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengaku masih menerima pembiayaan rumah murah melalui kredit program FLPP bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap (non fixed income). Namun bank tentu menerapkan syarat khusus.

“BTN welcome non fixed income,” kata Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk Saut Pardede di Le Meredian Hotel Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Menurutnya, memang jumlah pemberian kredit hunian kepada masyarakat berpenghasilan tidak tetap tidak signifikan. Namun seiring dengan bisnis KPR tumbuh, pengajuan kredit oleh masyarakat non karyawan pun juga meningkat.

Saut bahkan mengaku telah memberi pembiayaan rumah kepada grup pemulung. Berdasarkan analisa tim morgage loan, para pemulung punya kemampuan mencicil. Bahkan nilai pendapatan mereka mencapai Rp 2,5 juta.

“Grup pemulung itu bisa sampai Rp 2,5 juta,” tuturnya.

Jika ada masyarakat berpenghasilan tidak tetap lain ingin ikut KPR BTN, Saut tentu membuka pintu seluas-luasnya. Namun ia mensyaratkan beberapa hal.

“Mereka harus memiliki pembuktian bahwa mampu melakukan cicilan. Ia bisa dilihat dari saldo tabungan selama beberapa periode. Kita pun melakukan verifikasi di lapangan,” tegasnya. (sumber:detik.com)

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900 ;

  • Pin BB : 30FBE15D

  • Email :

  • info@belisewarumah.com

 

 

Apakah memanfaatkan KPR untuk properti Bisa menguntungkan?

Tips cara investasi Properti the EdGe

Kebutuhan akan suatu rumah merupakan kebutuhan primer hidup manusia, tetapi memiliki rumah bukanlah hal yang mudah. Mengingat harganya yang semakin melambung tinggi, banyak masyarakat yang kesulitan untuk memperoleh rumah. Terutama masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Bank sebagai lembaga pembiayaan membantu pemerintah mengurangi kesulitan ekonomi masyarakat berkaitan dengan masalah tersebut. Bank memberikan Kredit Pemilikan Rumah yang dapat digunakan untuk membeli rumah dengan cara berhutang pada bank.
Terbukti kredit tersebut cukup efektif membantu masyarakat. Maka diharapkan KPR menjadi lebih diminati dibandingkan tunai maupun tunai bertahap.


Apakah Sistem KPR Lebih Menguntungkan?

Hasil survey Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, sepanjang kuartal II-2012, sebagian besar konsumen (82,09%) masih memilih KPR sebagai fasilitas utama membeli properti residensial. Dari total KPR yang dikucurkan, masyarakat memilih KPR komersial sebanyak 99,12%.

Fasilitas KPR yang digunakan konsumen dalam membeli properti pada kuartal II-2012 tersebut meningkat jika dibandingkan dengan kuartal I-2012, sebesar 78,33%.

Kemudahan untuk mengakses KPR dan tingkat suku bunga rendah sekitar 9-12% mendorong peningkatan tersebut dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hasil survey juga menunjukkan, sebanyak 11,91% konsumen memilih menggunakan fasilitas pembiayaan secara tunai bertahap dan hanya 6% membeli secara tunai. Dari survey ini kita dapat simpulkan bahwa pembayaran menggunakan KPR sangat diminati dan pastinya memiliki banyak keuntungan baik untuk membeli rumah atau untuk investasi di properti.


Tips Memilih KPR

1. Bandingkan sistem bunga KPR yang dipakai apakah memakai bunga tetap (flat) atau mengambang (floating)
2. Jangan terpancing bunga rendah. Biasanya bunga rendah hanya promosi untuk 1-2 tahun pertama dan sisanya bunga pasar. Hitung ulang agar nantinya yang ditentukan tidak lebih dari simulasi awal. ( Ada beberapa bank yang menawarkan fixed 5 tahun )
3. Lamanya proses pengajuan. Banyak bank menawarkan proses pengajuan yang cepat dan mudah. Cermati dan pastikan benar-benar cepat
4. Untuk mempermudah mendapatkan persetujuan KPR, bisa menggunakan bank yang sudah bekerja sama dengan pengembang. Konsumen juga mendapatkan keuntungan dari promosi bank tersebut.

5. Ajukan permohonan kepada lebih 1 (satu) bank sekaligus. Setiap bank mempunyai kebijaksanaan,sesuai dengan rules masing masing.

6. Perhatikan setiap detail dari program KPR bank bersangkutan, dan jangan ragu untuk menanyakan jika masih ragu. ( ada beberapa bank mempunyai sistem yang menarik bagi nasabahnya seperti pengurangan jumlah bunga pinjaman dengan saldo tabungan tertentu )

Kelebihan Mencicil/Angsuran Melalui KPR :
1. Tidak perlu uang banyak, asal cukup untuk uang muka dan cicilan, sisanya bisa buat modal usaha
2. Dengan mencicil tentu pembayaran akan terasa lebih ringan
3. Nilai uang pada saat mulai pembayaran cicilan mula-mula akan terasa berat tetapi seiring dengan inflasi lama-lama akan terasa ringan/tidak terasa
4. Rumah dapat ditinggali/ditempati. Hitung-hitung uang untuk kontrakan digunakan untuk cicilan
5. Semakin besar uang muka ataupun semakin lama jangka waktu pembayaran, umumnya uang cicilan akan menjadi semakin lebih murah

Kekurangan Mencicil/Angsuran Melalui KPR :
1. Belum tentu kredit yang anda ajukan akan disetujui oleh pihak bank. Hal ini akan membuat uang muka yang telah anda setorkan akan terkatung-katung?
2. Semakin lama jangka waktu pembayaran, semakin besar bunga yang akan dibayarkan
3. Jika tidak menggunakan sistem flat, ada kemungkinan bunga yang dibebankan kepada anda akan semakin besar sesuai dengan perkembangan pasar
4. Tidak dapat diramalkan, bahwa kemungkinan PHK dan kerugian yang mungkin dapat menimpa anda sebelum cicilan lunas
5. Tidak menutup kemungkinan ada developer nakal. Pada saat cicilan lunas, surat-surat seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) yang seharusnya menjadi milik anda, tidak dapat anda terima

Sekarang pilihan KPR yang berlaku ada 2 yaitu:
1. Konvensional dan
2. Syariah.

Untuk KPR juga ada 2 yaitu:
1. KPR FLPP dan
2. KPR Komersial.

KPR Konvensional adalah KPR yang besarnya bunga mengikuti perbankan, sedangkan syariah itu fix dari awal sampai akhir. Pemerintah memberi KPR bersubsidi yang disebut KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sedangkan KPR Komersial adalah KPR yang diterbitkan oleh bank-bank swasta.

Silakan anda mendatangi Bank-bank yang menyalurkan KPR sesuai dengan pilhan anda. Dapatkan informasi berkenaan dengan keinginan untuk membeli rumah idaman anda.

(Sumber:vibiznews)

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900 ;

  • Pin BB : 30FBE15D

  • Email :

  • info@belisewarumah.com