Beberapa Developer Perumahan di Surabaya mulai terancam menghentikan pengembangan proyek baru.

Sekuat dan setinggi apapun pertumbuhan sektor properti di Surabaya, bila para pengembang dibiarkan berjalan sendiri, sektor ini akan berpotensi mengalami stagnasi. Pengembang Surabaya, terutama kelas menengah dan bawah, akan menunda pembangunan proyek-proyek terbarunya karena mengalami kesulitan dalam pembelian lahan dan material bangunan.

Demikian dikatakan Ketua DPD REI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, kepada Kompas.com, Senin (9/9/2013). Hal tersebut diutarakan Erlangga terkait fenomena aktual yang terjadi di Surabaya akibat gejolak nilai Rupiah.

“Empat paket stimulus ekonomi yang dirilis pada akhir Agustus lalu belum dapat menyentuh persoalan yang kami hadapi. Karena hingga saat ini, implementasi empat paket stimulus ekonomi belum juga dikeluarkan pemerintah. Kami dibiarkan jalan sendiri, akibatnya kami tidak bisa melakukan forecasting usaha yang membutuhkan perhitungan terukur,” papar Erlangga.

Menurut Erlangga, pengaruh depresiasi Rupiah terasa memberatkan pengembang kelas menengah dan bawah. Berbagai komponen material bangunan seperti besi, telah melambung harganya, mencapai 11 persen hingga 12 persen. Selain itu, harga lahan juga meroket lebih tinggi di luar perkiraan.

Sebagai informasi, di pusat kota Surabaya, harga lahan melejit menjadi Rp 25 juta/m2. Sementara Surabaya Barat telah mencapai Rp 8 juta-Rp 10 juta/m2 dari sebelumnya Rp 5 juta-Rp 7 juta/m2.  Hal ini berpotensi terjadinya penundaan proyek-proyek baru dan perlambatan progres pembangunan proyek properti yang sudah dimulai sebelumnya.

“Pengembang akan mengerem laju pembangunan karena depresiasi Rupiah yang terus berlangsung, mengganggu perhitungan forecast yang sudah dilakukan sebelumnya. Kami memang masih bisa membangun, tapi kemudian tidak bisa membeli lagi lahan. Di sisi lain,   konsumen menunda pembelian akibat kenaikan suku bunga KPR,” jelas Erlangga.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, perekonomian Indonesia mengalami ketidakpastian dan terus bergejolak, yang dipicu oleh Depresiasi Rupiah terhadap Dollar AS. Ketidakpastian ini menyebabkan beberapa pengembang harus menghitung ulang proyeksi pencapaian penjualan dan pendapatannya. (sumber:kompas)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Perencanaan Tata Kota Dubai yang serba Hamat Energi, Asri , dan Lestari

Developer Indonesia tampaknya harus belajar pada Diamond Developers. Mereka tak hanya mempuyai proyek “green development” pada proyeknya untuk kepentingan penjualan marketing. Melainkan juga untuk kehidupan yang lestari dan berkelanjutan.

Diamond Developers mengembangkan konsep pengembangan hijau pada proyek teranyarnya, Dubai Sustainable City. Megaproyek ini terdiri atas 490 townhouse dan 10 vila. Diamond Developers sangat serius membangun kota lestari dan berkelanjutan ini. Mereka merancang kota ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga surya sebesar 60 persen sebagai sumber energi pada masing-masing hunian dan menghemat konsumsi air sebesar 30 persen.

Untuk pengembangan tahap II, Diamond Developers telah memilih firma arsitektur Baharash mengerjakan masterplan dari empat fase Dubai Sustainable City. Baharash terpilih karena mampu menciptakan rancangan yang berbasis pada teknologi, tanpa mengabaikan lingkungan, serta harga yang wajar.

Firma arsitektur yang berbasis di London tersebut, mengalahkan desainer dari Amerika Serikat, Lebanon, Yordania, Inggris, dan Uni Emirat Arab untuk memenangkan tender. Mereka akan membuka kantor baru di Dubai untuk mempersiapkan detil proyek.

Tahap dua Dubai Sustainable City sendiri terdiri atas area mixed-use meliputi berbagai fasilitas pendidikan dan rekreasi, termasuk sebuah institut untuk rekayasa ekologi dan eco-resort.  Visi kota ini mencakup tiga pilar utama keberlanjutan: lingkungan, ekonomi dan sosial.

Sementara tahap pertamanya tengah dalam proses penyelesaian. Proyek ini diharapkan rampung pada 2015 mendatang. (sumber:constructionweekonline)

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

 

Berita Daftar Top 10 Developer properti di Indonesia teraktif

BCI Asia, penyedia data dan informasi terkait industri konstruksi dan properti, kembali akan menganugerahkan penghargaan kepada 10 pengembang properti paling aktif berdasarkan nilai proyek dan konsep hijau. BCI Asia Top 10 Awards 2013 kali ini merupakan gelaran yang kesembilan dan akan dilaksanakan pada 11 Juni mendatang.

Selama sembilan kali penganugerahan, terdapat beberapa perubahan kriteria penilaian. Tahun ini, selain nilai proyek/pengembangan (project value), juga rating sertifikat hijau (green certificate rating). Keduanya dikombinasikan secara agregat dari proyek yang sedang dalam tahap konstruksi selama setahun penuh, sepanjang 2012.

Menurut Chairman BCI Asia, Matthias Krups, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen untuk membentuk lingkungan binaan di masa depan dan memungkinkan pasar untuk lebih memahami peran penting mereka sebagai pengembang dan dampak proyek yang dikembangkan baik secara sosial dan lingkungan.

“Dari semua hal itu, yang terpenting adalah pembangunan yang berkesinambungan tanpa mengabaikan keselarasan dengan lingkungan. Hal ini direpresentasikan ke dalam konsep pengembangan hijau dalam berbagai aspek,” imbuh Matthias.

Dalam penganugerahan kali ini, tercatat proyek properti yang sedang dalam tahap konstruksi selama 2012 senilai 1,36 miliar dollar AS atau setara Rp 13,2 triliun. Anjlok drastis dari tahun sebelumnya dengan nilai 2,5 miliar dollar AS (Rp 24,4 triliun). Selain penurunan nilai proyek, daftar 10 pengembang teraktif tahun ini juga sangat mengejutkan. Terdapat nama-nama baru macam Wika Realty, Jaya Real Property, dan Jakarta Setiabudi Internasional. Mereka “menggeser” Lippo Karawaci, Pakuwon Jati dan Agung Sedayu Group. Ketiga pengembang tersebut tengah membangun beberapa superblok dengan senilai triliunan rupiah.

Dibawah ini ada 10 developer teraktif peraih penghargaan BCI Asia Top 10 Awards 2013, yaitu :

1.Agung Podomoro Land

Pengembang ini dinilai berdasarkan proyek Kuningan City dan Podomoro City dengan agregat nilai investasi sebesar Rp 4,5 triliun.

2.Alam Sutera Realty

Berbeda dengan Agung Podomoro Land, Alam Sutera Realty tengah mengerjakan portofolio komersial berupa ruko Crystal Lane dan The Prominence serta klaster terbaru Sutera Renata (Aruna). Rentang harga jual yang dipatok Rp 2,5 miliar-Rp 5,6 miliar.

3.Ciputra Group

Imperium properti ini masuk daftar sepuluh teraktif karena kontribusi pengembangan Ciputra World Jakarta 2 untuk kondominium The Orchard Satrio, Bizpark Commercial Park 2 dan Citra Garden Botanical Garden.

4.Intiland Development

Pengembang ini merogoh kocek senilai Rp 5 triliun untuk membangun South Quarter, 1 Park Avenue dan Aeropolis yang masuk dalam kriteria penilaian BCI Award.

5.Jakarta Setiabudi Internasional

Apartemen servis Setiabudi SkyGarden senilai Rp 1 triliun dan komitmen mereka melalui proses konstruksi hijau dinilai sebagai kekuatan utama.

6.Jaya Real Property

Pengembang ini tengah membangun Bintaro Jaya X Change dengan nilai proyek Rp 600 miliar.

7.Paramount Land Development

Beberapa proyek baru tengah dikerjakan pengembang yang berbagi lahan dengan Summarecon Agung ini. Antara lain, Paramount Skyline Complex yang mengintegrasikan apartemen, hotel dan fasilitas pendidikan dalam satu kawasan di Gading Serpong.

8.Sinarmas Land

Gurita bisnisnya tersebar di seluruh Indonesia. Tahun ini, mereka membangun klaster anyar De Crassia di De Park, BSD City, Grand City Residence 2 di Balikpapan, dan ruko Concordia di Kota Wisata, Cibubur.

9.Summarecon Agung

Penjualan Sherwood Residence, SKG Retail dan klaster Lotus di Summarecon Bekasi, berkontribusi terhadap pendapatan pengembang ini sebesar Rp 3,5 triliun. Ketiga properti ini akan diserahterimakan bertahap tahun ini.

10.Wijaya Karya Realty

Salah satu BUMN properti ini aktif melansir proyek baru. Tahun 2012 mereka menggarap lima apartemen di Jakarta, Bandung dan Manado. (sumber:kompas)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Inspirasi Cara Sukses menjadi Developer Besar

Perusahaan investasi Filipina, SM Investment, sukses merealisasikan aksi strategisnya. Mereka mensinergikan tiga perusahaan properti utama sekaligus di bawah bendera SM Prime. Ambisi SM Investment adalah membuat perusahaan real estat terbesar di negara itu.

Dengan menggabungkan tiga perusahaan itu, SM Prime akan muncul dengan nilai kapitalisasi sebesar 14 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 136,8 triliun. Nilai itu melebihi Ayala Land, perusahaan properti yang paling beken dan dominan saat ini, dengan nilai kapitalisasi sebesar 11,2 miliar dollar AS (Rp 109,4 triliun).

Menurut Financial Times, SM Prime memiliki portofolio 5,9 juta kilometer persegi luas lantai dari 47 pusat perbelanjaan di Filipina. Setelah merger, portofolio perusahaan akan mencakup 30 menara apartemen, beberapa hotel, dan resor.

Kami akan memperluas kemampuan organisasi dari entitas baru. Dengan injeksi dana ini, kami mengharapkan dapat menciptakan nilai tambah dalam basis aset melalui proyek-proyek percepatan dan sinergis.
— Jose T Sio

SM Prime mempunyai sejarah panjang di negeri kepulauan itu. Didirikan oleh seorang penjual sepatu Henry Sy, yang kini merupakan orang terkaya di Filipina. Jumlah kekayaannya diperkirakan 13,2 miliar dollar AS (Rp 129 triliun). Setelah merger, Henry akan terus memperluas wilayah “kekuasaannya” ke seluruh pelosok negeri.

“Kami akan memperluas kemampuan organisasi dari entitas baru. Dengan support dana ini, kami mengharapkan dapat menciptakan nilai tambah dalam basis aset melalui proyek-proyek percepatan dan sinergis,” kata Wakil Presiden Eksekutif dan CFO SMIC, Jose T Sio.

Selain itu, SM Prime akan menggarap proyek berkonsep lifestyle cities, mirip dengan kompleks Mall of Asia yang terbilang sukses. Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui pertukaran saham dan ekuitas perusahaan sebesar 6,5 miliar peso (Rp 1,5 triliun).

(sumber:financial times)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com