Perencanaan Tata Kota Dubai yang serba Hamat Energi, Asri , dan Lestari

Developer Indonesia tampaknya harus belajar pada Diamond Developers. Mereka tak hanya mempuyai proyek “green development” pada proyeknya untuk kepentingan penjualan marketing. Melainkan juga untuk kehidupan yang lestari dan berkelanjutan.

Diamond Developers mengembangkan konsep pengembangan hijau pada proyek teranyarnya, Dubai Sustainable City. Megaproyek ini terdiri atas 490 townhouse dan 10 vila. Diamond Developers sangat serius membangun kota lestari dan berkelanjutan ini. Mereka merancang kota ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga surya sebesar 60 persen sebagai sumber energi pada masing-masing hunian dan menghemat konsumsi air sebesar 30 persen.

Untuk pengembangan tahap II, Diamond Developers telah memilih firma arsitektur Baharash mengerjakan masterplan dari empat fase Dubai Sustainable City. Baharash terpilih karena mampu menciptakan rancangan yang berbasis pada teknologi, tanpa mengabaikan lingkungan, serta harga yang wajar.

Firma arsitektur yang berbasis di London tersebut, mengalahkan desainer dari Amerika Serikat, Lebanon, Yordania, Inggris, dan Uni Emirat Arab untuk memenangkan tender. Mereka akan membuka kantor baru di Dubai untuk mempersiapkan detil proyek.

Tahap dua Dubai Sustainable City sendiri terdiri atas area mixed-use meliputi berbagai fasilitas pendidikan dan rekreasi, termasuk sebuah institut untuk rekayasa ekologi dan eco-resort.  Visi kota ini mencakup tiga pilar utama keberlanjutan: lingkungan, ekonomi dan sosial.

Sementara tahap pertamanya tengah dalam proses penyelesaian. Proyek ini diharapkan rampung pada 2015 mendatang. (sumber:constructionweekonline)

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

 

Berita Properti yang akan memecahkan rekor dunia di Dubai

Dua kelompok usaha properti ternama; Dubai Properties dan Emaar Properties sepakat berkolaborasi merilis ulang The Lagoons di kawasan tepi air Dubai, Uni Emirat Arab. Pekerjaan konstruksi akan dimulai segera setelah prosesi rilis ulang ini.

Dua raksasa pengembang negeri petrodollar tersebut merencanakan pengembangan terintegrasi berkonsep one stop living, termasuk di dalamnya sebuah tower dengan ketinggian 1 kilometer (1.000 meter). Menara ini akan menjadi ikon baru kota Dubai, mengalahkan Burj Khalifa yang lebih dulu dibangun dan beroperasi.

Pimpinan Emaar Mohammed Alabbar baru-baru ini mengungkapkan hasratnya ingin membangun sebuah “supertall” yang akan menyalip ketinggian Burj Khalifa. Ia mengatakan akan merealisasikan mimpinya itu sesegera mungkin.

Tak tanggung-tanggung, Emaar mengalokasikan dana senilai 64 miliar Dirham atau setara Rp 169,8 triliun untuk membiayai proyek yang sempat terhenti pada 2011 seiring iklim ekonomi yang tidak kondusif.

Penangguhan proyek yang memiliki bangunan seluas 6,5 juta meter persegi tersebut, mencakup lebih dari tujuh pulau buatan yang berisi apartemen, pusat belanja, perkantoran, hotel, resor, museum, dermaga dan Gedung Opera. Daya tarik proyek ini sesungguhnya adalah Dubai Towers, sebuah klaster yang merangkum empat gedung pencakar langit berbentuk api unggun.

Tak hanya pembangunan fisik yang dilanjutkan kembali, rancangan arsitekturalnya pun mengalami beberapa revisi. Pendek kata, tak ada tempat untuk bangunan pencakar langit dengan desain serupa dan biasa di The Lagoons wajah baru ini. Semua serba modern dan futuristik. (sumber:CTBUH)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com