Bisakah China membuat Gedung pencakar langit  tertinggi di dunia ?

China, negera asia terbesar secara ekonomi, luas wilayah, dan jumlah penduduk, mempunyai ambisi membuat gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Ada banyak perusahaan yang berhasrat mewujudkan mimpi mengalahkan Dubai dengan Burj Khalifa-nya.

Diantara perusahaan tersebut adalah China Board Group. Menurut sunber berita, mereka akan memulai pembangunan Changsa Tower pada awal bulan depan. Perusahaan yang berbasis di Changsha tersebut dilaporkan telah menerima izin dan persetujuan pemerintah setempat untuk membangun menara setinggi 838 meter itu.

China Board Group telah membuat rencana pengembangan gedung selama lebih dari setahun. “Sky City” ini nantinya bakal 10 meter lebih tinggi dari bangunan tertinggi di jagat raya saat ini, yakni Burj Khalifa yang menjulang 828 meter. Meskipun nantinya akan cepat dikalahkan oleh Kingdom Tower yang berdiri menjulang satu kilometer di Arab Saudi, tetap saja Changsa Tower akan menjadi kebanggaan China.

Publik China sempat meragukan keseriusan China Board Group ini. Pasalnya, mereka kerap menunda kepastian pelaksanaan konstruksi. Pernyataan yang diberikan pun simpang siur dan tak berani menyatakan keseriusannya, termasuk pernyataan mereka sekarang yang menargetkan Juni sebagai awal konstruksi.

Dalam menyelesaikan idenya itu, China Board Group akan menggunakan teknik pra-fabrikasi yang menggunakan elemen-elemen baja ringan yang diproduksi secara massal. Tahun lalu, mereka sukses membuat sensasi di YouTube yang menayangkan pembangunan gedung 30 lantai dalam 15 hari.

Meski sensasional, banyak ahli bangunan tinggi yang skeptis terhadap rencana tersebut. Membangun gedung 30 lantai dalam waktu 15 hari adalah aksi publisitas yang bagus. Nah, menara setinggi 838 meter justru merupakan tantangan yang sama sekali berbeda. Para ahli bangunan mencibir rencana mendirikan gedung setinggi itu hanya menggunakan struktur pra-fab.

Para ahli struktur berpendapat, setiap bangunan dengan ketinggian lebih dari 600 meter adalah sebuah keajaiban ilmiah. Harus direncanakan dengan matang, dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan bangunan, termasuk kekuatan angin dan gempa bumi. Sebuah sistem pra-fab hanya dapat bekerja jika direkayasa dengan sangat hati-hati.

Meski banyak diragukan, China Board Group adalah perusahaan besar dengan sumber daya yang luas. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen mesin pengatur suhu udara (air conditioner). Pemiliknya adalah pengusaha superkaya bernama Zhang Yue. Sebelum Changsa Tower, ia membangun replika “chateau” dan piramida Perancis di Changsha.

Adapun motivasi mereka melahirkan bangunan tertinggi di dunia sangat berbeda dengan Emaar atau Dubai World yang silau akan kemegahan. China Board Group justru terdorong oleh kesuksesan sayap bisnis mereka yang memiliki kinerja bagus dalam memasarkan produk pra-fab sehingga digunakan di seluruh dunia. Nah, jika produk pra-fab tersebut juga diaplikasikan di Changsa Tower, maka mereka akan mendapatkan lisensi guna memproduksi pra-fab sendiri.

Jika itu sampai terjadi, akan menjadi sebuah sejarah yang dapat meyakinkan masyarakat dunia bahwa sebuah pencakar langit dapat dibangun hanya dengan rekayasa pra-fab.

(sumber:worldpropertychannel)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Berita Properti yang akan memecahkan rekor dunia di Dubai

Dua kelompok usaha properti ternama; Dubai Properties dan Emaar Properties sepakat berkolaborasi merilis ulang The Lagoons di kawasan tepi air Dubai, Uni Emirat Arab. Pekerjaan konstruksi akan dimulai segera setelah prosesi rilis ulang ini.

Dua raksasa pengembang negeri petrodollar tersebut merencanakan pengembangan terintegrasi berkonsep one stop living, termasuk di dalamnya sebuah tower dengan ketinggian 1 kilometer (1.000 meter). Menara ini akan menjadi ikon baru kota Dubai, mengalahkan Burj Khalifa yang lebih dulu dibangun dan beroperasi.

Pimpinan Emaar Mohammed Alabbar baru-baru ini mengungkapkan hasratnya ingin membangun sebuah “supertall” yang akan menyalip ketinggian Burj Khalifa. Ia mengatakan akan merealisasikan mimpinya itu sesegera mungkin.

Tak tanggung-tanggung, Emaar mengalokasikan dana senilai 64 miliar Dirham atau setara Rp 169,8 triliun untuk membiayai proyek yang sempat terhenti pada 2011 seiring iklim ekonomi yang tidak kondusif.

Penangguhan proyek yang memiliki bangunan seluas 6,5 juta meter persegi tersebut, mencakup lebih dari tujuh pulau buatan yang berisi apartemen, pusat belanja, perkantoran, hotel, resor, museum, dermaga dan Gedung Opera. Daya tarik proyek ini sesungguhnya adalah Dubai Towers, sebuah klaster yang merangkum empat gedung pencakar langit berbentuk api unggun.

Tak hanya pembangunan fisik yang dilanjutkan kembali, rancangan arsitekturalnya pun mengalami beberapa revisi. Pendek kata, tak ada tempat untuk bangunan pencakar langit dengan desain serupa dan biasa di The Lagoons wajah baru ini. Semua serba modern dan futuristik. (sumber:CTBUH)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

 

Menyelesaikan kontruksi bangunan gedung tinggi di China dalam 3 bulan

Jika membangun sebuah kontruksi bangunan gedung pencakar langit itu semudah menyusun permainan lego, kita akan bersama-sama membuat 200 menara pencakar langit hanya dalam hitungan minggu, kemudian meruntuhkannya dan mengulangi membuat lagi sampai pada akhirnya kita mengalami kebosanan.

Akan tetapi, ide Broad Sustainable Building Corp atau perusahaan jasa arsitektur yang berbasis di China ini sepertinya terlalu mengada-ada. Dengan hitungan matematika dan cara yang benar, mereka akan membangun sebuah gedung pencakar langit setinggi 2.749 kaki.

Bangunan gedung ini akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang dibangun hanya dalam waktu tiga bulan. Dimulai pada Januari 2013, upaya ngebut untuk membangun gedung pencakar langit ini akan berhadapan dengan deadline yang begitu singkat.

Broad Sustainable Building Corp memang hanya mematok rencana 90 hari untuk membangun gedung 220 lantai yang dinamai dengan Sky City ini di kota Changsha, tepatnya di sebelah tenggara Provinsi Hunan. Artinya, seperti dilansir oleh Construction Week Online, tinggi gedung tersebut akan bertambah tinggi lima lantai setiap harinya.

Selanjutnya, jika Sky City ini selesai dibangun, predikat Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi sejagat saat ini akan berganti. Pasalnya, Sky City akan lebih tinggi 32 kaki dari Burj Khalifa yang terletak di Dubai itu.

Bukan hanya “rekor” gedung paling tinggi dipegang oleh Sky City. Sebagai perbandingan saja, Empire State Building di New York, AS, pun membutuhkan waktu 410 hari untuk bisa tegak sepenuhnya. Bahkan, Burj Khalifa baru bisa diselesaikan dalam waktu 1.931 hari, sementara pembangunan Sky City hanya diberi waktu 90 hari atau 3 bulan.

Rencananya, gedung ini akan terdiri dari sekolah, rumah sakit, 17 landasan helikopter, serta apartemen untuk 30.000 orang. (sumber:nydailynews)

Jika anda membutuhkan jasa The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com