Tips mengurangi suara kicau ‘bising’ yang bersumber dari tetangga sekitar Rumah

Banyak kejadian yang dialami oleh keluarga jika hidup bertetangga, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Ada beberapa cara seperti melaporkan ke RT/RW setempat dengan tujuan mencari solusi secara damai.

Memang, seperti itulah hidup bertetangga. Namun, jika masih juga menemui jalan buntu, Anda bisa mengurangi “gangguan” bisingnya tetangga Anda dengan 3 cara mudah berikut ini yaitu :

1.Kedap suara

Jika masih berada dalam tahap perencanaan konstruksi rumah dan sudah “mencium” adanya gangguan di masa depan, Anda dapat membuat rumah kedap suara atau setidaknya mampu meredam suara bising dari luar.

2.Menghalau suara

Anda juga dapat mengurangi atau menyerap suara bising itu. Mengurangi suara, berarti Anda menghalangi gelombang suara dari luar masuk ke rumah Anda.

Menurut situs ourproperty.co.uk, Anda dapat memblok suara dari luar dengan memberikan jarak yang jauh antara rumah Anda dan tetangga atau jalan. Selain itu, menempatkan barang-barang di jalur gelombang suara juga dapat Anda lakukan.

Salah satu cara paling efektif “menghalau” suara adalah membuat pagar. Semakin solid pagar Anda, semakin mampu menghalau suara.

Pagar tembok bebatuan dan beton sangat baik dalam mengurangi suara. Pagar setinggi minimal 2,5 meter dapat mengurangi suara mulai 6 desibel. Namun, seringkali pembuatan pagar setinggi ini tidak dapat Anda lakukan.

Anda juga bisa membuat pagar batu hanya setingi setengah meter untuk meredam suara ban. Jika pagar beton terasa sangat berat, cobalah menanam “pagar hijau” dari tumbuhan teh-tehan di depan rumah Anda.

Tanam juga pohon-pohon di sekeliling rumah. Selain mengurangi suara bising, tanaman hijau juga mampu membuat rumah Anda lebih nyaman.

Selain itu, menghalau suara dapat Anda lakukan dengan memasang papan gipsum di depan dinding beton Anda.

3.Menyerap suara

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Anda juga dapat “menyerap suara”. Penggunaan gorden, karpet, dan tanaman dapat menjadi solusi Anda. Selain itu, pasanglah busa di dinding rumah Anda untuk menyerap suara.

Gunakan juga lis jendela yang terbuat dari vinil, kaca fiber, atau kayu. Hindari penggunaan pigura jendela dari besi karena jenis tersebut mengantarkan suara dengan lebih baik.

Untuk lanskap rumah, selain menanam banyak tanaman, “menyerap” suara dapat Anda lakukan dengan membuat air mengalir di pekarangan Anda. Air mengalir telah dikenal luas sebagai salah satu upaya “menenggelamkan” suara bising di luar rumah. Anda dapat melihat hal ini pada taman-taman di rumah-rumah Jepang.

(sumber:ourproperty.co.uk)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Tips membangun Rumah dengan menggunakan keunggulan Plafon Gypsum

Untuk pemakaian papan gypsum sebagai plafon, orang yang tinggal di bawahnya akan merasa lebih dingin.– Suwarso

Dewasa ini tersedia berbagai pilihan plafon untuk Anda. Tidak hanya gypsum, melainkan juga triplek, kayu, dan bahkan beton. Namun, mengapa gypsum disebut-sebut lebih unggul dari jenis plafon lainnya? Ada 6 keunggulan yaitu :

1.Gypsum berkualitas baik akan memiliki permukaan halus dan sangat fleksibel. Dari segi desain, gypsum juga dapat dengan mudah dibentuk dan diberi warna hanya dengan menggunakan cat tembok biasa.  Pemasangan yang baik dan benar, Anda akan mendapatkan finishing sempurna tanpa sambungan atau nat.

2.Gipsum tidak mampu terpapar air terus-menerus, namun kekurangannya tersebut justru dapat menjadi kelebihan bagi papan gipsum. Pasalnya, dengan timbulnya bercak akibat genangan air, Anda dapat segera mengetahui adanya kerusakan pada atap rumah Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu menunggu hingga kerusakan sudah terlampau parah.

3.Papan gipsum relatif awet. Dibandingkan plafon lainnya, sangat kecil kemungkinan plafon gipsum akan mengalami retak rambut. Hanya saja, dia menekankan, pemasangan dan penyambungan gipsum harus dilakukan dengan benar. Selain retak rambut, penyambungan seringkali menjadi masalah bagi jenis plafon lain terutama plafon kayu. Hal ini adalah masalah sepele bagi plafon gipsum.

4.Iklim tropis adalah lokasi yang ideal untuk pemasangan papan gipsum. Gypsum tahan selama berada dalam suhu lima hingga 40 derajat Celcius, serta kelembaban hingga 90 persen RH. Jadi, hampir selama bangunan itu berdiri, plafon dapat awet dan memiliki umur yang sama dengan bangunan tempatnya dipasang.

5.Selain awet dalam iklim tropis, papan gipsum juga memberikan kelebihan lain pada penggunanya di negara-negara tropis seperti Indonesia. Penyerapan panas oleh papan gipsum lebih baik karena gipsum mempunyai thermal conductivity yang sangat kecil. Untuk pemakaian papan gipsum sebagai plafon, orang yang tinggal di bawahnya akan merasa lebih dingin.

6.Selain relatif murah dan mudah proses perbaikannya, papan gipsum juga tergolong aman bagi kesehatan. Saat ini, papan gipsum sudah dipakai di rumah-rumah sakit ternama di Jakarta, dan nihil menerima laporan alergi akibat gipsum.

(sumber : kompas)

Jika anda membutuhkan jasa The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com