Property News by the EdGe

Djan Faridz: Butuh Rp 46 Triliun untuk Bangun 13,5 Juta Rumah

Indonesia kekurangan pasokan (backlog) perumahan hingga 13,6 juta unit rumah. Dibutuhkan dana sekitar Rp 46 triliun untuk membiayai kebutuhan rumah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perumahan Djan Faridz seperti dikutip detikFinance dari situs Kemenpera, Jumat (11/1/2013).

Djan Faridz mengatakan saat ini pemerintah telah menempatkan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman sebagai salah satu prioritas dalam RPJM Nasional 2010 – 2014.

“Kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan berdasar data yang ada berjumlah 13,6 juta unit rumah. Hal ini merupakan tugas pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, perbankan dan masyarakat luas untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djan Faridz menerangkan, pemerintah memang tidak bisa menyelesaikan penyediaan rumah untuk masyarakat sendirian. Diperlukan kerjasama dari semua pihak dan anggaran yang memadai agar target perumahan dapat tercapai.

Apabila pemerintah dalam satu tahun mentargetkan pembangunan 10 persen dari backlog perumahan maka hanya tersedia 1,35 juta rumah untuk masyarakat. Jadi perlu anggaran yang lebih besar agar program perumahan bisa berjalan dengan baik.

“Anggaran perumahan yang ideal untuk program perumahan jumlahnya sekitar Rp 46 triliun. Dana tersebut untuk membiayai pembangunan rumah untuk masyarakat yang jumlahnya mencapai 13,5 juta unit,” terangnya.

Meskipun dapat dikatakan anggaran perumahan tidak terlalu besar, namun pemerintah tetap berupaya memberikan subsidi dan dana stimulan perumahan untuk masyarakat.

Salah satunya adalah program perumahan swadaya untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Walaupun targetnya sebetulnya tidak banyak tapi pemerintah memberikan perhatikan khusus terhadap program tersebut.

“Tahun lalu program perumahan swadaya mentargetkan pembangunan 250.000 rumah dan tahun ini sama. Jika tahun depan targetnya 500.000 rumah maka hingga tahun 2014 bisa dibangun 1 juta unit rumah swadaya,” imbuhnya.

“Target pembangunan rumah swadaya hingga 2014 sebanyak 1 juta unit, pembangunan Rusun 380 TB . Hal ini harus kita evaluasi apa yang kurang dan yang lebih agar pencapaian program perumahan bisa berjalan dengan baik,” tutup Djan Faridz.

(sumber:detik.com)

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900 ;

  • Pin BB : 30FBE15D

  • Email : info@belisewarumah.com

the EdGe news

Hingga tahun 2015 diperkirakan terdapat backlog atau kekurangan pasokan perumahan mencapai 1,65 juta unit di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Hal ini disampaikan konsultan properti PT Aristo Bangun Selaras, seperti dilansir PT Modernland Realty Tbk dalam materi paparan publiknya, seperti dikutip Jumat (14/12/2012).

Perkiraan kebutuhan rumah 7,5 juta unit ini untuk menampung jumlah penduduk di Jabodetabek yang mencapai 30,1 juta jiwa. Bahkan hingga 2025 jumlah penduduk di Jakarta dan sekitarnya mencapai 36,8 juta jiwa.

“Sementara kebutuhan rumah akibat pertambahan penduduk di Jabodetabek hanya 120 ribu-140 ribu rumah setiap tahunnya. “Besarnya kebutuhan rumah di Jabodetabek hingga tahun 2012 mencerminkan besarnya potensi pasar yang bisa digarap di Jabodetabek secara berkesinambungan,” tulis Aristo dalam datanya.

Potensi pasar perumahan yang tinggi ini membuat Modernland, salah satu pengembang yang memiliki proyek di Tangerang, ataupun developer lain berlomba menghadirkan hunian ideal bagi konsumen di Jabodetabek.

Berdasarkan data tercatat ada 26 perumahan skala besar dengan lahan 400 hektar di wilayah Jabodetabek. Sedangkan perumahan skala besar, menengah dan kecil di wilayah Jabodetabek mencapai 530 perumahan.

“Berdasarkan analisis konsultan, supply rumah baru di Jabodetabek tahun 2010-2012 rata-rata mencapai 120 ribu unit–160 ribu unit. Sehingga kebutuhan rumah akibat backlog dan akibat pertambahan penduduk belum dapat dipenuhi oleh para developer Jabodetabek,” tegasnya.(sumber:detik.com)

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

HOTLINE

Telp :
+6231 – 6012 – 3188 ;
+6231 – 8191 – 3900

Email :
info@belisewarumah.com

 

the EdGe news

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan rumah bekas segmen menengah justru paling cepat terjual. Ada beberapa alasan konsumen memilih rumah bekas termasuk rumah segmen menengah.

“Berdasarkan segmen rumah, rumah yang paling cepat terjual adalah rumah untuk segmen menengah,” jelas survei BI dikutip, Selasa (20/11/2012)

Survei itu menunjukan, bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor yang membuat kecepatan rumah bekas laku terjual antaralain lokasi rumah, harganya, kenyamanan, keamanan, fasilitas dan view-nya.

“Jangka waktu sejak rumah ditawarkan sampai terjual rata-rata membutuhkan waktu 3-6 bulan,” jelas BI.

Berdasarkan wilayah di Jakarta, menjual rumah bekas di Jakarta Utara khususnya di Pluit, Sunter dan Kelapa Gading paling cepat terjual. Kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur.

Mengenai kawasan Jakarta Timur, kawasan ini diproyeksikan akan terus tumbuh. Alasannya berdirinya kawasan komersial sentra timur di Cakung, perkantoran dan apartemen di The Green Pramuk dan Jakarta Garden City.

“Kenaikan harga tanag di wilayah Jakarta Timur sebesar 4,62% dengan rata-rata harga jual tanah Rp 4,78 juta. Hunian di wilayah ini diperkirakan meningkat di waktu mendatang,” jelas BI.

Survei properti residensial untuk pasar sekunder oleh BI dilakukan sejak triwulan I-2011 terhadap responden di lima wilayah Jakarta antaralain Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Citra Garden), Jakarta Timur (Menteng Metropolitan, Pulo Mas dan Jatinegara Baru), Jakarta Selatan (Pondok Indah, Cilandak/Pasar Minggu dan Tebet), Jakarta Utara (Kelapa Gading, Sunter dan Pluit), dan Jakarta Pusat (Menteng, Cempaka Putih dan Kemayoran).

Dalam survei ini untuk katagori rumah menengah adalah rumah dengan luas bangunan 80-150 m2, rumah besar dengan luas di atas 150 m2. Sementara itu berdasarkan rentang harga pelaku properti seperti Indonesia Property Watch (IPW), rumah kelas menengah berada di rentang harga Rp 350-800 juta, kelas bawah di bawah Rp 350 juta dan kelas atas di atas Rp 800 juta.

Sumber : detik.com

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com