Dalam melakukan proses jual gudang Gresik, penyusunan perencanaan letak fasilitas produksi serta perencanaan gudang pabrik seharusnya dipersiapkan dengan baik. Karena gudang perusahaan akan tersebar, baik di luar pabrik yang didirikan maupun yang berada yang di dalam pabrik. Sehubungan dengan perencanaan gudang pabrik tersebut, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan dapat mengumpulkan berbagai macam informasi yang akan berkaitan dengan perencanaan gudang tersebut. Beberapa informasi antara lain jumlah unit bahan baku yang dibeli, waktu periode pembelian bahan, waktu tunggu, tingkat produksi yang digunakan, kebijaksanaan persediaan dari managemen perusahaan yang akan dipergunakan baik untuk persediaan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi, peralatan produksi yang disimpan di dalam gudang pabrik, dan lain sebagainya. Secara umum, perencanaan gudang pabrik di dalam suatu perusahaan dapat terbago menjadi beberapa macam, antara lain :

         Gudang bahan baku atau gudang bahan mentah juga dapat tergolong jual gudang Gresik. Gudang bahan mentah atau gudang bahan baku merupakan tempat penyimpanan bahan mentah atau bahan baku yang digunakan dalam proses produksi oleh perusahaan yang bersangkutan. Banyaknya gudang bahan baku pada masing-masing pabrik akan dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya jenis bahan baku yang akan digunakan oleh perusahaan untuk keperluan proses produksinya, serta apakah masing-masing bahan baku bisa disimpan secara bersama-sama didalam gudang atau tidak. Banyak sedikitnya jumlah bahan baku yang tersimpan di dalam gudang perusahaan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat penggunaan bahan baku dalam proses produksi, besarnya jumlah pembelian yang paling ekonomis, anggaran yang disediakan oleh perusahaan untuk investasi di dalam bahan baku, serta kebijaksanaan persediaan bahan yang akan digunakan di dalam perusahaan.

Secara umumnya jual gudang Gresik, di dalam suatu proses produksi akan selalu terdapat bahan-bahan yang sudah mulai masuk kedalam proses produksi dalam perusahaan, namun belum bisa diselesaikan menjadi barang jadi. Barang setengah jadi ini tidak bisa dikategorikan sebagai bahan baku, atau barang jadi, sehingga diperlukan cara dan tempat penyimpanan secara tersendiri di luar bahan baku dan barang jadi. Dalam perusahaan yang menggunakan proses produksi terus-menerus, dimana mesin dan peralatan produksi yang digunakan oleh perusahaan adalah bersifat khusus, persoalan barang setengah jadi ini kadang-kadang tidak sempat terlihat di dalam pabrik. Hal ini diakrenakan barang setengah jadi ini akan tertempel atau terikat pada mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Namun berbeda apabila perusahaan menggunakan proses produksi terputus-putus, di mana mesin dan peralatan produksi yang digunakan bersifat umum. Barang setengah jadi tidak selalu terikat atau tertempel dalam mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Maka untuk kemudahan pengawasan, proses produksi dilakukan sampai tingkat penyelesaian tertentu, kemudian diselesaikan menjadi produk akhir di kemudian hari.

Semoga bermanfaat!!!

Jika anda membutuhkan konsultasi dan jasa agen Properti The EdGe,

silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :

  • 031 – 562.3638  ;

  • 031 – 562.3639
  • Email : info@belisewarumah.com

There are several reasons, why it takes a real estate agent that really professional?

  1. save time, effort, and thought of the owner propertiat time, energy, and thought of the property owner.
  2. do not have to take a call every day, or even have to deliver prospective buyers / tenants who are not yet definitely serious (just a fad).
  3. Provide the time, energy, thought to take care of the negotiations and the process of buying or selling a complicated (for a layman).

The Edge gives advice / tips that can be used to select a real estate agent, so marketing the property, negotiating the sale and purchase transaction to be maximal, namely:

Know the type / kind of real estate agent

1. Individual property agent or called “broker traditional”

They do not have an office or an officially registered company. Usually they do not have a sense of responsibility to anyone, except to himself alone. Their professional level is very low.

2. Non-franchise real estate agent company

Along with the development of the property market in Indonesia, many real estate agencies popping up. Market or the public will have more confidence, if they relate to property agents in the form of the company and has an official office, making it easier to hold.

3. Real estate agent franchise company

Recently, there are many real estate agencies have sprung up in the form of franchise from abroad and locally. The advantage of using an agent is a franchise property type cross marketing system (co-broking), the real estate agent to market the property that is in another office (including franchise brands in the same network).

Quality property agents that must be considered.

  • Basic knowledge about the basic properties such as the legal ownership of the property, type / type, condition of buildings, property taxes, transaction costs, etc.
  • Professionalism in the understanding of the client’s needs, not based on the closing / deal only.
  • Physical appearance
  • Honesty
  • Easily contacted
  • Always update in general, better follow-up of clients, etc.
  • Better able to communicate in English, mandarin.
  • Often handle the sale and purchase of the marketing process to AJB in a notary public, giving rise to a sense of security and comfort (not afraid to be deceived). This can be proved by the testimony and extensive knowledge of the real estate agent.
  • Have partnership notary, bank lenders, appraisal, attorneys, advertising agencies, contractors, interior design, architects etc..
  • Know the area that became her specialty or location, including details of existing facilities such as places of worship, hospitals / clinics, markets, schools, places to eat, etc.
  • Have a complete database listing, to meet client needs.
  • Understand knowledge about property loans, both calculations, as well as types of interest rates.
  • Property marketing experts. Understand, how to market the property properly without wasting a lot of cost, time, thoughts, and physical exertion.
  • Have regular training system for real estate agents.

 Standards Commission

Magnitude is a 3% commission for the sale, and 5% for rental. Commissions paid at the time a prospective buyer gives Dp (down payment) that usually amounted to approximately 10%.

If you require more information about The Edge, please contact:

HOTLINE

Tel:
+6231 – 6012 – 3188;
+6231 – 8191 – 3900;

BB Pin: 30FBE15D

Email:

info@belisewarumah.com

Penurunan Harga Property di Spanyol seperti rumah dll menunjukkan tren negatif

Negeri matador yang terkenal dengan 2 klub sepakbola besar seperti Real Madrid dan Barcelona, Spanyol, belum juga pulih dari keterpurukan. Harga huniannya terus menunjukkan tren negatif sebesar 12 persen ketimbang tahun lalu. Penurunan ini terus terjadi pada kuartal II tahun ini, dengan harga 0,8 persen lebih rendah dibanding tiga bulan pertama.

Data yang diungkapkan Nastional Statistic Institute menunjukkan, sejak pertengahan 2007, harga rumah baru dan seken anjlok sebesar 36,7 persen. Namun demikian, penurunan secara  triwulanan merupakan terkecil sejak kuartal keempat 2010. Fakta ini sedikit menumbuhkan harapan bahwa masa-masa suram mungkin akan segera berakhir.

“Saya pikir harga jatuh akan terus berlanjut, tapi tampaknya stabilitas harga mulai terlihat,” kata Nicolas Lopez, analis M & G Valores, yang berbasis di Madrid.

Meski cercah perbaikan mulai tumbuh, namun Spanyol harus berjuang keras mengatasi kelebihan pasok hunian. Saat puncak krisis lalu, terdapat sekitar 1 juta unit rumah kosong. Jadi, untuk pulih lebih cepat, tampaknya butuh waktu yang cukup lama.

“Saya tidak berpikir harga akan naik lagi segera, seperti yang terjadi di Inggris, karena di sini kita menghadapi masalah over supply. Dibutuhkan kesediaan satu orang membeli 10 properti agar bisa mengembalikan keseimbangan,” imbuh Lopez.

Ada pun pada kuartal I 2013 harga turun sebesar 6,6 persen dari kuartal IV 2012. Sedangkan secara keseluruhan selama satu semester 2013 harga merosot 7,3 persen.

Kecuali kawasan País Vasco, dan Comunidad de Madrid yang justru mengalami pertumbuhan harga 1,9 persen dan 0,2 persen, seluruh wilayah Spanyol terpuruk. (sumber:reuters)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Tips yang Harus dihindari sebelum pasang iklan Jual Rumah Murah idaman anda di Indonesia

Kegiatan menjual rumah adalah sesuatu yang kadang merupakan hal terbesar dalam hidup kita dan sering kali  gerbang menuju tahapan yang lebih tinggi. Namun, jika tanpa disertai dengan  planning yang matang dan perhitungan tepat, keputusan tersebut bisa juga menjadi fatal dan dapat mempengaruhi kehidupan kita selanjutnya.

Berikut ini akan diuraikan 10 tips atau hal hal yang perlu diperhatikan didalam menjual properti baik berupa rumah atau ruko dan lain sebagainya. 10 tips tersebut yaitu :

1.Jual Rumah saat kita sudah siap

Sebelum memasukkan iklan penjualan rumah Anda di media cetak, elektronik, atau memasang tanda di depan rumah, pastikan Anda sudah siap. Tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental. Secara fisik, artinya Anda sudah mempunyai  rencana tujuan kepindahan Anda. Contoh mudahnya, jika rumah baru Anda belum selesai dibangun, Anda sebaiknya merencanakan kepindahan sementara dengan menyewa kontrakan. Sementara itu, secara mental, artinya Anda harus siap sewaktu-waktu berpisah dengan lingkungan rumah Anda saat ini.

2. Cari informasi yang cukup tentang pasar properti

Ketahui dahulu kondisi pasar properti selama enam bulan ke belakang, setidaknya secara garis besar. Tidak hanya kondisi pasar properti setempat, ada baiknya juga Anda mengetahui kondisi perekonomian global yang kemungkinan berdampak pada pasar properti lokal. Mudahnya, perhatikan berita properti terkini, terutama di sekitar tempat Anda.

3. Pelajari Hak atas Tanah Rumah anda

Beberapa pemilik rumah lebih tertarik menjual propertinya tanpa perantara atau makelar dengan berbagai pertimbangan. Umumnya, pertimbangannya tersebut berorientasi pada kurangnya potongan komisi.

Sebenarnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda ketahui dan pelajari sebelum menjual rumah tanpa perantara. Anda sebaiknya mengetahui status hukum properti yang Anda jual, serta memastikan transaksi tersebut legal secara hukum.

4. Gunakan Agen Property yang professional

Menggunakan jasa perantara pun tidak semudah kata-kata. Anda harus sensitif dalam memilih pihak yang cocok sebagai perantara Anda. Tanpa adanya kecocokan antara Anda dan makelar (realtor), akan sulit menjual rumah Anda. Namun, sebaiknya Anda juga tidak pasrah dalam transaksi penjualan rumah. Pastikan proses dan hasil akhirnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

5. Jangan memilih Agen karena ‘sungkan’

Sebaiknya, Anda memilih realtor berdasarkan profesionalitasnya, bukan hanya karena kenal atau karena dia anggota keluarga Anda. Dengan memilih berdasarkan kecakapan kerjanya, Anda akan mendapatkan lebih banyak keuntungan ketimbang hanya berdasarkan kedekatan personal.

6.Renovasi yang kurang sesuai dengan kondisi pasar

Memperbaiki rumah memang mampu menjadi nilai tawar yang baik bagi rumah Anda. Namun, ingatlah juga bahwa ada batas harga untuk rumah Anda tersebut. Memasukkan terlalu banyak fitur mahal dalam rumah Anda bisa tidak sebanding dengan kenaikan harga rumah.

7. Penentuan Harga Rumah yang sesuai

Memberikan harga rumah memang tahap yang tidak mudah, tetapi juga tidak sulit. Sebagai pemilik rumah, tentu Anda berharap banyak pada rumah tersebut. Hanya saja, lakukanlah riset terlebih dahulu mengenai harga rumah-rumah di sekeliling tempat tinggal Anda. Jangan sampai, Anda terlalu fokus pada keuntungan yang ingin Anda buat dan justru berpengaruh pada ketidaklakuan rumah Anda.

8. Tidak menggunakan perasaan saat proses negosiasi

Anda mungkin sudah menghabiskan banyak waktu di rumah yang tengah Anda jual. Mungkin juga Anda sudah melewatkan berbagai kejadian penting bersama keluarga di rumah tersebut. Namun, jangan sampai Anda mengutamakan perasaan ketika melakukan transaksi.

Anda harus tetap obyektif pada keadaan rumah. Calon pembeli tidak mengetahui cerita dan kenangan di balik rumah tersebut. Mereka hanya akan melihat bukti-bukti dan fitur yang tersedia di rumah Anda. Ingatlah bahwa rumah tersebut kini menjadi komoditas. Maka, perlakukan rumah tersebut sebagaimana seharusnya.

9.Jujur tentang kondisi rumah apa adanya

Alih-alih menyembunyikan masalah-masalah konstruksi seperti kebocoran, sebaiknya Anda justru mengakui dan berusaha memperbaikinya. Jika Anda tidak jujur, hal ini justru akan berpengaruh pada kredibilitas dan penawaran harga Anda.

10. Terlalu terburu buru

Terburu-buru dapat menjadi masalah bagi banyak hal, termasuk menjual rumah. Terlalu bersemangat dan terburu-buru menjual ketika proses perbaikan dan usaha mempercantik rumah belum rampung justru tidak menarik bagi calon pembeli. Selesaikan dahulu persiapan rumah Anda, persiapkan mental Anda, dan berhati-hatilah dalam transaksinya.   (sumber:freshome)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

Tips Peluang Bisnis Property Jakarta memulai strategi yang jitu

Jakarta begitu fantastis. Berbagai survey yang dilakukan oleh sejumlah konsultan properti asing menobatkan ibu kota Republik Indonesia ini sebagai kota dengan prospek bisnis investasi yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan harga property selama satu semester tahun ini melebihi pertumbuhan harga yang dapat dicapai kota-kota belahan dunia yang lain.

Menurut Indeks Residensial yang dikeluarkan Jones Lang LaSalle Asia Pasifik, pertumbuhan harga hunian mewah di Jakarta pada kuartal II 2013 sebesar 34,2 persen atau lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, kenaikan harga kuartal II sebesar 9 persen atau melebihi pencapaian kuartal I 2013.

Menyusul Jakarta, adalah Beijing. Kota ini membukukan lonjakan harga sebesar 18,7 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Bila dikomparasikan secara triwulanan, Beijing mencetak angka 6,7 persen. Hongkong juga memperlihatkan kurva positif meskipun pencapaiannya sangat marjinal, yakni hanya 0,3 persen. Namun, setidaknya hal ini membuktikan bahwa kebijakan pengetatan akan sangat positif pengaruhnya terhadap sektor properti.

Head of Marketing Residential Project JLL Indonesia Luke Rowe mengatakan, pasar Jakarta terus bergerak dengan sejumlah proyek baru yang disambut pasar secara antusias. Sebanyak 70 persen di antaranya dikembangkan di lokasi strategis dan dijual dengan harga lebih tinggi.

“Keterbatasan pasokan yang ada sekitar 90.000 apartemen ditambah dengan meningkatnya permintaan dari kota dengan populasi lebih dari 20 juta jiwa, memastikan pasar hunian mewah akan tetap bertumbuh dalam sisa empat bulan hingga akhir tahun ini. (sumber : kompas )

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

Peluang Bisnis Cara Investasi Property yang aman dan Terbaik di Indonesia

Properti merupakan jenis investasi yang terus diincar para investor. Lahan properti menjadi idola ketika pemerintahan orde baru jatuh. Saat itu, periode 1998-1999, adalah momentum membeli tanah dan rumah dengan harga sangat murah bagi investor.

Saat itu, situasi tidak kondusif membuat banyak orang menjadi pesimistis. Tidak sedikit yang melarikan diri bersama keluarganya ke luar negeri dengan alasan Indonesia adalah negara yang tidak aman karena brutal dan anarkis pada tragedi kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan itu memicu pembakaran dan penjarahan sarana usaha, ruko, dan tempat perbelanjaan yang kemudian membuat sejumlah pengusaha menjadi dilema dan pesimistis.

Ya, rasa kecewa yang tinggi saat itu menimbulkan suatu keputusan untuk menjual properti dengan harga sangat murah demi upaya menyelamatkan diri dan keluarga. Perekonomian dalam negeri telah terancam lumpuh total dengan kondisi sangat mengecewakan.

Lalu, apa yang terjadi sekarang ini, terutama dengan harga properti yang melambung tinggi? Bahkan, banyak investor mulai berasumsi bahwa harga properti telah mengarah pada kondisi bubble.

Investasi yang aman dan tepat

Melirik lagi beberapa tahun ke belakang, suatu hal aneh memang pernah terjadi. Banyak pengusaha yang pada saat tragedi Mei 1998 lalu itu malah membeli mobil, rumah, dan tanah dengan harga murah sekali. Harga sangat murah ditawarkan oleh sejumlah orang yang mau melarikan diri ke luar Indonesia. Uang kontan sangat diperlukan di saat mendesak untuk ongkos mereka ke luar negeri.

Di sisi lain, sejumlah pengusaha yang memborong harga rumah dan ruko atau rukan murah tersebut mengatakan bahwa uang menjadi tidak berarti karena kurs Dolar AS sempat menyentuh Rp 15.000. Di beberapa money changer terlihat antrean panjang transaksi penjualan dolar. Herannya, banyak orang berpakaian sederhana dengan kostum dan celana pendek yang malah banyak menjual dolar sehingga candaan dan ledekan pun akhirnya dilontarkan.

“Sungguh tak dapat dipercaya bahwa yang antre menjual dolar adalah orang-orang yang tampangnya sederhana,” ujar seorang pemuda yang menyimak kejadian tersebut.

Boleh jadi, ini memang fenomena yang sungguh di luar akal sehat dan nalar. Namun, itulah investasi yang jeli. Banyak pengusaha yang dirugikan, namun juga banyak yang diuntungkan atas tragedi tersebut.

Ini seperti bisa dilihat pada kenaikan harga properti yang signifikan pada 2010. Saat itu, harga tanah, rumah, ruko dan area komersil menapak naik harga berkali-kali lipat. Sejumlah investor pun jeli untuk lebih memanfaatkan uang yang dipegang atau didepositokannya.

Situasi pun berubah. Lahan properti menjadi incaran utama dan prioritas investor. Pada 2013 ini, tanah di kawasan Tanah Abang menjadi Rp 30 juta per meter persegi. Di kawasan Menteng bahkan menjadi Rp 150 juta per meter persegi. Inilah yang membuat khawatir sejumlah kalangan investor. Lalu, masih adakah investor yang berminat membeli lahan yang mahal sekali itu?

Harga properti boleh naik tinggi, dan pada saat sekarang ini malah banyak yang tidak lagi memakai patokan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) sebagai patokan untuk nilai jual propertinya.

Rasanya, bila lahan suatu properti menanjak tinggi, hal perlu disimak adalah suku bunga kredit KPR yang seharusnya jangan membebani rakyat Indonesia. Hal ini mengingat inflasi cukup tinggi dan harga sewa atau kontrak suatu lahan properti menjadi faktor pertimbangan penting. Bila dua hal tersebut sudah tidak lagi berjalan, maka dikhawatirkan investasi properti bisa mengalami masalah besar.

Sejumlah pengusaha yang menyewa rumah maupun gedung tempat usaha mengeluhkan harga yang terlalu tinggi sehingga berdampak terhadap pendapatan. Bila seorang pegawai dengan gaji penghasilan Rp 3 juta per bulan, maka berapa lamakah seseorang harus mengumpulkan uang untuk mendapatkan sebuah hunian layak? Jangankan berbicara harga hunian bermiliar-miliar, harga ratusan jutaan saja masih mimpi, mengingat kebutuhan hidup sangat besar, terutama hidup di Jakarta.

Lalu, apakah masyarakat harus menunggu harganya turun alias super murah? Rasanya, mustahil turun kembali. Yang ada, malah naik lagi!

Tahun 2014

Agaknya permasalahan ini menjadi salah satu fokus duet Jokowi – Ahok selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan memberikan peluang masyarakat memiliki rumah susun (rusun) menjadi hunian layak dengan harga terjangkau. Ada banyak sekali masyarakat yang tertolong dengan kondisi hunian layak dan bisa tersenyum atas kondisi tersebut.

Beberapa lokasi rusun seperti di area Tanah Abang, Petamburan dan Pluit menjadi incaran banyak pengusaha maupun investor. Hal ini terlihat dari mobil mewah yang diparkir di lahan tersebut. Ketika ditanya, siapakah pemilik kendaraan tersebut, tukang parkir hanya tersenyum menjawab bahwa pemilik kendaraannya adalah pemilik rusun-rusun tersebut.

Tentu saja, program rusun menjadi faktor pertimbangan penting yang diincar sejumlah kalangan. Hal ini karena terkait adanya area komersil di sekitar area hunian tersebut. Makin banyak area komersil seperti mal, pusat kuliner maupun pasar tradisional, maka area tersebut akan selalu menjadi incaran investor. Oleh karena itu, pintar–pintarlah menyimak dan mengambil peluang dari sebuah momentum, terutama pada 2014 nanti, yakni tahun Kuda Emas. Apalagi, arah jalur Kepala Naga masih berada di Jakarta Utara.

(sumber:kompas)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Cara Sukses Investasi Bisnis Property terbaru yang menguntungkan

Benua Asia, yang diwakili oleh China dan Korea Selatan, memimpin investasi property secara global  dengan nilai fantatis sebesar 85 miliar dollar AS (Rp 871,7 triliun) yang diarahkan ke pasar properti komersial di Eropa dan Amerika Serikat.

China dan Korea Selatan, merupakan investor property terbesar dengan catatan investasi berganda ketimbang tahun lalu. Kedua negara ini pun mendominasi aktifitas investasi properti komersial lintas batas.

Secara keseluruhan, menurut riset Jones Lang LaSalle (JLL), investasi langsung sektor properti komersial selama kuartal II 2013, mengalami pertumbuhan 10 persen ketimbang tahun lalu dan 16 persen dibanding kuartal sebelumnya, yakni 121 miliar dollar AS atau setara Rp 1.241 triliun.

Jika dikalkulasi, volume investasi selama semester I, mencapai total 225 miliar dollar AS (Rp 2.307 triliun). Sementara aktivitas investasi lintas batas tumbuh 71 miliar dollar AS (Rp 728,2 triliun) atau naik 13 persen dari semester I 2012.

Volume investasi properti komersial di Asia Pasifik sendiri meningkat 18 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Arus modal terus mengalir di kawasan ini, karena investor membutuhkan diversifikasi portofolio mereka ke kota-kota global utama seperti New York dan London.

Internationl Capital Group JLL, Alistair Meadows mengatakan, selama enam bulan terakhir, investor China dan Korea Selatan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ini, terutama di sektor perumahan dan perkantoran.

“Kami berharap akan muncul lembaga investasi dalam pasar investasi komersial di tahun-tahun yang akan datang,” harap Alistair.

Melanjutkan tren, 60 persen dari modal yang mengalir ke Eropa pada paruh pertama tahun ini, yang berasal dari Amerika, Timur Tengah dan Asia Pasifik, diinvestasikan di London. Nilainya sebesar 12 miliar dollar AS (Rp 123 triliun) atau meningkat 18 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Tak hanya London, para investor ini juga mengincar kota-kota sekunder Eropa.

“Asia Pasifik dan Amerika melihat pertumbuhan yang berkelanjutan dalam sektor properti komersial. Hal ini sangat berbeda dengan tren tahun lalu. Baik investor baru maupun yang sudah berpengalaman berani mengambil risiko tambahan. Hal ini yang mendorong meningkatnya modal ke kota-kota sekunder, terutama di Eropa dan Amerika Serikat,” Arthur de Haast, Direktur Utama International Capital Group JLL.

Tokyo dilaporkan mengalami lonjakan 50 persen dalam aktivitas transaksional. Aktivitas ini menempatkannya masuk dalam lingkaran elit bersama London dan New York, dengan volume lebih dari 10 miliar dollar AS  (Rp 102,5 triliun).

Sementara investor AS tetap menjadi pembeli properti global paling aktif. Disusul investor Jepang sebagai pembeli paling aktif kedua. Nyaris 99 persen aktivitas investasi, mereka lakukan di negaranya.

Berdasarkan kenaikan 10 persen tadi, JLL memperkirakan hingga akhir tahun investasi global bisa mencapai sebesar 450 miliar dollar AS (Rp 4.615 triliun) hingga 500 miliar dollar AS (Rp 5.128 triliun). (sumber:kompas)

Jika anda membutuhkan konsultasi dan jasa The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

 

Harga Tanah dan Rumah paling Mahal di Dunia

Savills, sebuah perusahaan real estate global dalam laporan tahunannya, World Cities Review menyatakan, aktivitas para miliarder dunia di pasar property telah begitu intens selama tujuh tahun belakangan. Aktivitas tersebut telah menyebabkan penggandaan nilai properti di sektor ini sebanyak dua kali lipat.

Laporan tersebut menemukan, pasar perumahan super mewah di kota-kota besar yang dikenal dengan “pasar miliarder” telah tumbuh lebih cepat dari pasar utama kota tersebut. Peningkatan nilai terbesar telah tercatat di China dan Asia.

Hal tersebut terjadi akibat munculnya kelas-kelas kaya baru dan peningkatan harga komoditas. Berdasarkan daftar “10 Kota dengan Property Termahal di Dunia” yang dipublikasikan Forbes, kota dengan real estate termahal di dunia saat ini masih dipegang Hong Kong.

Rata-rata harga rumah mewah di kota tersebut mencapai 7.200 poundsterling per kaki persegi atau setara dengan Rp 106,8 juta per kaki persegi. Bahkan, pada 2012 lalu harga tersebut melonjak hampir mendekati 11.000 poundsterling.

Dengan harga per kaki persegi yang setinggi itu, harga rata-rata rumah mewah di Hong Kong mencapai 57 juta poundsterling atau sekitar Rp 845,7 miliar. Rekor kesepakatan jual-beli termahal yang pernah diadakan di kota tersebut dipegang oleh Deep Water Bay Road. Kesepakatan itu menghasilkan perjanjian sebesar 8.200 poundsterling per kaki persegi atau sekitar Rp 121,6 juta per kaki persegi pada 2011 lalu.

Sementara itu, posisi kedua dipegang oleh Tokyo. Ukuran rumah rata-rata di ibukota Jepang tersebut mencapai 16.000 kaki persegi (atau 1.486 meter persegi). Untuk setiap kaki persegi, rumah-rumah kelas high-end di Tokyo memiliki harga 5.000 poundsterling per kaki persegi atau setara Rp 74,1 juta. Dengan kata lain, sebuah rumah besar di Tokyo bisa mencapai Rp 1,1 triliun.

Merunut daftar Savills tersebut, London saat ini berada di urutan ketiga. Harga rumah di kelas high-end per kaki perseginya mencapai 3.500 poundsterling atau Rp 51,9 juta. Rata-rata rumah miliarder berukuran 7.900 kaki persegi, berarti memiliki harga Rp 408,9 miliar.

Pada 2005 lalu, harga rumah di pasar utama London telah melonjak hingga 107 persen, meskipun berada dalam kejatuhan ekonomi global. Secara umum, apresiasi harga yang sangat dramatis terjadi di pasar-pasar seperti Singapura dan Mumbai. Di kedua tempat tersebut, harga melonjak hingga 232 persen dan 176 persen sejak 2005. Kenaikan dramatis itu terjadi karena keduanya tumbuh dari nilai dasar yang cenderung rendah.

Adapun kota New York berada di urutan keenam dengan harga per kaki persegi rata-rata 2.700 poundsterling atau Rp 39,9 juta. Angka ini 47 persen lebih tinggi dari harga penjualan yang dimandatkan selama terjadi bubble (gelembung) perumahan pada 2005 silam.

Beberapa faktor menyebabkan “goyangnya” penjualan di kelas miliarder ini. Salah satunya merupakan kebijakan pemerintah yang menargetkan masyarakat sangat kaya untuk membeli rumah. Hong Kong contohnya, telah mengenalkan pembatasan pinjaman dan kewajiban yang lebih tinggi untuk pembeli asing.

Sementara menurut Savills di Forbes, kenaikan pajak yang tinggi di Perancis telah membatasi aktivitas high-end sehingga menekan harganya. Di Paris, harga turun sebanyak 8 persen. Bahkan, di French Riviera mencapai 10 persen.

Artikel yang dilansir oleh Forbes juga mengatakan, bahwa motivasi investasi ikut berubah. Kini, para pembeli dengan kantong lebih tebal membeli properti untuk menyewakannya kembali. Dengan begini, investasi mereka akan memberikan pemasukan aktif.

Di sisi lain, artikel yang sama juga menarik, lantaran negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Filipina kini mulai dikenal sebagai profil pembeli asing. Dalam daftar ini, Paris berada di posisi keempat, disusul kemudian oleh Moskow, New York, Shanghai, Singapura, India, dan Sidney. (sumber:huffingtonpost)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Investasi Property

  • Anda bisa meningkatkan nilai sebuah rumah secara besar besaran TANPA mengeluarkan banyak uang. ( lihat tips dari the EdGe )
  • Anda TIDAK perlu memantau rumah anda setiap saat seperti seekor rajawali
  • Harga property cenderung naik secara perlahan lahan dan konsisten .
  • Property bersifat sangat pemaaf terhadap kesalahan.
  • Property memperoleh keuntungan pajak yang luar biasa.
  • Fluktuasi harga property relatif sangat rendah .
  • Kenaikan harga property sangat mudah melampui harga barang rata rata nasional

Jika anda membutuhkan jasa the EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com