Tips Terbaik menggunakan Peredam Suara Efek Jalan Raya masuk dalam Rumah Minimalis

Mempunyai Rumah/ Ruko yang  tidak jauh dari jalan raya sebenarnya menguntungkan sekaligus merugikan. Keuntungannya, pemilik rumah mempunyai tempat strategis dan dapat pergi ke berbagai tempat dengan akses yang relatif mudah serta hemat biaya transportasi. Sebaliknya, pemilik rumah juga dapat terganggu dengan suara kendaraan, terutama pada malam hari. Permasalahan ini dapat diatasi dengan meredam suara dari jalan raya ke dalam rumah.

Menurut Matthew Boughan dari Acoustical Solutions di Richmond, Virginia, Amerika Serikat, memblokade masuk dan penyerapan suara merupakan dua hal yang sangat berbeda. Menyerap suara cenderung lebih mudah ketimbang memblokade suara. Berikut ini beberapa cara menyerap suara.

1. Panel akustik
Penambahan panel akustik pada dinding rumah setebal 2,5 cm. Lapisi dinding rumah Anda dengan material ber-NRC (noice reduction rating) 0,85 atau lebih. Beberapa waktu lalu, System Development Representative PT Petrojaya Boral Plasterboad Suwarso kepada Kompas.com mengatakan pihaknya memiliki produk khusus untuk memberikan akustik yang lebih baik bagi rumah.

Produk tersebut bernama Jayabell. Ini merupakan sebuah papan gipsum yang berlubang dan memiliki lapisan tisu akustik. Papan ini dikembangkan khusus sehingga memiliki kemampuan menyerap suara yang baik, dan cocok digunakan bagi ruang-ruang berkebutuhan akustik khusus. Lubang-lubang tersebut dapat membantu menyerap suara dan mengurangi gaung yang terjadi di dalam ruangan. Papan ini dapat digunakan untuk melapisi plafon melengkung dan dinding.

2.Pelapis Lantai

Penggunaan pelapis lantai yang dapat menyerap suara. Pelapis lantai tersebut terdiri atas gabus (cork), karpet, dan lantai kayu.

3.Gorden

Pemasangan gorden pada jendela dan pemisah ruangan. Cara ini termudah sekaligus mampu melakukan dua hal, yaitu menyerap suara sekaligus memblokade suara. Pilihlah gorden berbahan tebal seperti beludru atau wol. Anda juga bisa memilih bahan-bahan hasil modifikasi.

Sebuah laboratorium di Swiss, EMPA, dan desainer tekstil Annette Douglas telah menciptakan gorden kedap suara. Kain yang digunakan untuk gorden tersebut bisa memasukkan sinar matahari ke dalam ruangan, namun tidak memasukkan polusi suara ke dalamnya. Gorden tersebut terbuat dari polyester yang telah dimodifikasi. Sayangnya, gorden ini baru beredar di Amerika Serikat dengan harga cukup tinggi, antara 72 dollar AS (Rp 717.846) hingga 123 dollar AS (Rp 1.2 juta) per meter.

4.Pintu dan Jendela

Memastikan jendela dan pintu tidak akan “membocorkan” suara dalam keadaan tertutup. Bila perlu, lengkapilah jendela dan pintu dengan alat khusus “penyegel” suara.

Selamat mencoba !!!(sumber:houzz)

Jika anda membutuhkan konsultasi dan jasa The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com

Tips mengurangi suara kicau ‘bising’ yang bersumber dari tetangga sekitar Rumah

Banyak kejadian yang dialami oleh keluarga jika hidup bertetangga, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Ada beberapa cara seperti melaporkan ke RT/RW setempat dengan tujuan mencari solusi secara damai.

Memang, seperti itulah hidup bertetangga. Namun, jika masih juga menemui jalan buntu, Anda bisa mengurangi “gangguan” bisingnya tetangga Anda dengan 3 cara mudah berikut ini yaitu :

1.Kedap suara

Jika masih berada dalam tahap perencanaan konstruksi rumah dan sudah “mencium” adanya gangguan di masa depan, Anda dapat membuat rumah kedap suara atau setidaknya mampu meredam suara bising dari luar.

2.Menghalau suara

Anda juga dapat mengurangi atau menyerap suara bising itu. Mengurangi suara, berarti Anda menghalangi gelombang suara dari luar masuk ke rumah Anda.

Menurut situs ourproperty.co.uk, Anda dapat memblok suara dari luar dengan memberikan jarak yang jauh antara rumah Anda dan tetangga atau jalan. Selain itu, menempatkan barang-barang di jalur gelombang suara juga dapat Anda lakukan.

Salah satu cara paling efektif “menghalau” suara adalah membuat pagar. Semakin solid pagar Anda, semakin mampu menghalau suara.

Pagar tembok bebatuan dan beton sangat baik dalam mengurangi suara. Pagar setinggi minimal 2,5 meter dapat mengurangi suara mulai 6 desibel. Namun, seringkali pembuatan pagar setinggi ini tidak dapat Anda lakukan.

Anda juga bisa membuat pagar batu hanya setingi setengah meter untuk meredam suara ban. Jika pagar beton terasa sangat berat, cobalah menanam “pagar hijau” dari tumbuhan teh-tehan di depan rumah Anda.

Tanam juga pohon-pohon di sekeliling rumah. Selain mengurangi suara bising, tanaman hijau juga mampu membuat rumah Anda lebih nyaman.

Selain itu, menghalau suara dapat Anda lakukan dengan memasang papan gipsum di depan dinding beton Anda.

3.Menyerap suara

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Anda juga dapat “menyerap suara”. Penggunaan gorden, karpet, dan tanaman dapat menjadi solusi Anda. Selain itu, pasanglah busa di dinding rumah Anda untuk menyerap suara.

Gunakan juga lis jendela yang terbuat dari vinil, kaca fiber, atau kayu. Hindari penggunaan pigura jendela dari besi karena jenis tersebut mengantarkan suara dengan lebih baik.

Untuk lanskap rumah, selain menanam banyak tanaman, “menyerap” suara dapat Anda lakukan dengan membuat air mengalir di pekarangan Anda. Air mengalir telah dikenal luas sebagai salah satu upaya “menenggelamkan” suara bising di luar rumah. Anda dapat melihat hal ini pada taman-taman di rumah-rumah Jepang.

(sumber:ourproperty.co.uk)

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan team The EdGe, silahkan hubungi :

  • HOTLINE

    Telp :
    +6231 – 6012 – 3188 ;
    +6231 – 8191 – 3900

    Email :
    info@belisewarumah.com